Kurikulum

Berdasarkan Pedoman Penyusunan Kurikulum ITS 2014-2019 pasal 9 ayat 1 dan 2, Kurikulum yang merupakan acuan baku mutu minimal penyelenggaraan program studi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan untuk mencapai tujuan program studi. Sesuai dengan Peraturan Presiden RI No 8 tahun 2012 tentang KKNI, Kurikulum prodi S1 Statistika disusun berdasarkan capaian pembelajaran lulusan yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Capaian Pembelajaran tersebut meliputi 4 unsur yaitu :

  1. Kemampuan Kerja
  2. Penguasaan Pengetahuan
  3. Kemampuan Manajerial
  4. Sikap dan Tata Nilai

Di sisi lain capaian pembelajaran (CP) juga disusun berdasarkan profil lulusan prodi S1-Statistika  ITS yang secara umum banyak bekerja di  5 bidang yaitu bidang Industri, Bisnis-Ekonomi, Komputasi, Sosial- Pemerintahan dan Lingkungan-Kesehatan. Lihat Tabel S1-1.

Untuk mencapai profil tersebut diperlukan 4 unsur KKNI seperti yang telah disebutkan di atas dan berbagai mata kuliah yang dapat memenuhi kemampuan kerja di 5 bidang tersebut. Agar Kemampuan Kerja sebagai salah satu unsur CP dalam KKNI dapat tercapai, diperlukan sejumlah mata kuliah terapan yang dapat secara langsung digunakan untuk bekerja. Dalam hal ini Kurikulum prodi S1-Statistika menyediakan 5 Rumpun Mata Kuliah (RMK) terapan di 5 bidang kerja, yaitu RMK Industri, RMK Komputasi, RMK Bisnis-Ekonomi, RMK Sosial-Pemerintahan dan RMK Lingkungan-Kesehatan.

Sedangkan untuk mencapai aspek Penguasaan Pengetahuan yang mendasari penerapan Statistika di 5 RMK tersebut dibutuhkan RMK Pemodelan dan untuk mendukung penguasaan mata kuliah Pemodelan diperlukan RMK Teori Statistika dan Matematika. Sementara itu RMK Komputasi sangat diperlukan untuk mendukung kemampuan analisis dalam penerapan metode Statistika.

Unsur Kemampuan Manajerial serta Sikap dan Tata Nilai yang merupakan soft skill diharapakan dapat dicapai dalam pelaksanan pembelajaran di semua RMK. Tetapi ada mata kuliah yang diharapkan mampu secara dominan membangun Sikap dan Tata Nilai yang baik, yaitu mata kuliah Agama (2 sks) dan Wawasan Kebangsaan (3 sks) yang merupakan  mata kuliah muatan nasional, sedangkan untuk mencapai Kemampuan Manajerial diberikan mata kuliah Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah (WTKI), Technopreuneur dan Bahasa Inggris yang merupakan RMK muatan institut dengan beban masing-masing 3 sks. Hubungan unsur KKNI dan body of knowledge Kurikulum S1 Statistika 2014 diilustrasikan seperti pada Gambar S1-1.

Rancangan Struktur Kurikulum S1-Statistika ITS meliputi: 113 sks mata kuliah wajib, 17 sks mata kuliah pilihan dan 14 sks mata kuliah MKU (lihat Tabel S1-2). Termasuk dalam mata kuliah wajib adalah 9 sks mata kuliah muatan institut dan 5 sks muatan nasional. Lihat Tabel S1-2. Mata kuliah pilihan yang tersedia adalah 80 sks terbagi dalam 6 RMK, yaitu Statistika Industri, Statistika Bisnis-Ekonomi, Statistika  Komputasi, Statistika Sosial-Pemerintahan dan Statistika Lingkungan-Kesehatan. Hubungan unsur KKNI dan RMK dapat di lihat pada Tabel S1-3, sedangkan jumlah sks di setiap RMK dapat dilihat di Tabel S1-4

Kode dan nomer mata kuliah berbentuk SS141xyz  yang berarti : SS : Sains Statistika, 14  : Kurikulum 2014, 1    : Strata satu (S1), x   : angka yang menunjukkan :

1– Kelompok Mata Kuliah Umum yaitu mata kuliah muatan Nasional dan  Penciri ITS,

2– Kelompok mata kuliah pendukung yaitu mata kuliah penyusun aspek penguasaan pengetahuan.

3– Kelompok mata kuliah wajib, yaitu gugus mata kuliah  penyu-susan aspek penguasaan pengetahuan penciri program studi yang diwajibkan.

4– Kelompok mata kuliah pilihan,yaitu gugus mata kuliah penyusun aspek penguasaan penciri program studi yang dapat   dipilih.

5– Tugas Akhir, Tesis dan Disertasi.

yz : nomer urut masing-masing mata kuliah

SEBARAN MATA KULIAH PER SEMESTER

DAFTAR MATA KULIAH PILIHAN

KELOMPOK MATA KULIAH TIAP RMK

Untuk mencapai kesuksesan, kita jangan hanya bertindak, tapi juga perlu bermimpi, jangan hanya berencana, tapi juga perlu untuk percaya. (Anatole France)